Minggu, 08 Februari 2009

a letter from my friend....

PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.
Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.
Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.
Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.
Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.
Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.
Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya, " lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.
Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta , aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,
Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku.
Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.
Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.
Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.
yours,
Mario
Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan diamplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.
Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.
Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.
Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
**********
Setahun kemudian…
Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.
" Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..
Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.
Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"
Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.
Istrimu,
Rima"
Di surat yang lain,
"………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"
Disurat yang kesekian,
"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.
Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….
Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya…….."
Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.
Disurat terakhir, pagi ini…
"…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.
Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.
Tahukah engkau suamiku,
Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"
Jelita menatap Meisha, dan bercerita,
" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.
Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.
Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?
Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….
Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.
Jakarta , 7 Januari 2009 (dedicated to my friend....may you rest in peace...)


--


Yesterday is a history.
Tomorrow is a mystery.
Today is a gift.
That's why it's called "present".

Jumat, 25 April 2008

IN THE MIDDLE OF NOWHERE, WE ARE BORED

Boring and boring. So, what we do know???? Go somewhere? Crumpling in the backyard??? oh no...............

Sometimes people feel the same way. A recent study by UCLA team in 2007 shows that most of adultery age which range between age of 20-35 have most frequent boring time. While age above 50 ( average retirement age in US ) are rarely feel bore. How about teen ??? the advanced research shows that teen also have a modest boring time, while they quickly moved into a better circumstances. Almost 90% of teen looking a quick getaway from a school madness, like going to a friend house or getting nerd with their playstation.
So, if we have holiday, why do we still having a boring time??? Lets take a look at this fact: By year of 2007, only 20 % of American feel ok with their holidays. When someone goes beyond of his trip, then a holiday may not help enough for 100% of relaxing themselves. Right know holiday isn't just fun as it was.
The fact that they already stress out even before their departure contributed to this matter. Airport hassle situation, desultory services from travel agent until bad weather horribly enough to people's mood. Vacation, in their opinion wasn't up to scratch for them.
Back to the boring time, sometimes we are grudge looking for a healing after it. Since we don't know or even realize it's impact directly, boring can be extremely bring us into the middle of nowhere situation, or for exactly "stuck in a moment". Dr. Ephraim Grant, an Israel expert in Jerusalem University says: It was not surprising. If you feel bored, the more you can feel it, the more you can enjoy it ". In particular, he said that we are tend to let the boringness into a joyfull situation rather than to make better improvement.
Why?? "cause we have no choices" he added. Or, in a modest way we are don't want to figure out what kind of choices we have. Several people are kindly pointed out of this. Sure, they don't want to talk about it since they've experienced daily.
As a matter a fact, do you know how the impact in result of long time boring? In a short, people who in a bad mood by bored situation are usually extend to the people around of him. Please read your relatives mood's carefully, if you know they bored, better avoid him or you willl have smashed over it. Yet, people who frequently bored admitted that they tend to insult people around of him. You'll lucky if you just get patronishing behaviour.

The Resolution

So what we do know? Dr. Grant says: better find a fast getaway. " When you started boring, you have to discharge of it, find a quick way out and do something that might you can waive as soon as you can. The more you can identify the situation, the more you can have the answer." He stressed it out. But he advised better taking a little fresh air, or moving into the next room rather than doing a trip into a theme park, cause it won't solve the problem. It's only swap your view and when you get there, you may find yourself still in a bored situation. But if you can handle it, it's a good way however.
If you like reading, try to different sneak peak. If you like the internet, browse an alternative. TV shows??? why don't you looking a funny or comedy situation show. Perhaps that makes you feel better and so you can elliminate your boringness. Need more? try to have some sport. Just walking around the blocks or swimming definitely refresh your body. Either way, if cash is not your problem, you can also taking a spa in nearest area. It's common believe spa will rejuvinate not only your body but also your soul.
The point is whatever your choices, make sure that your next activity will not bring you into a hassle. For example, if you used to swim everyday, then swimming isn't quite enough releasing from a bored situation. So does if the TV are your daily intake. That isn't good alternative.
In conclusive way, you may find yourself better than before. The keys is to identify, a quick run for an alternative and last but not least, feed yourself with good mood until your realize that bad mood won't high up into a deep frying situation. boring is normal, but it's going to be abnormal if we let it happened to us frequently or even made us enjoy it.
Ready for that???

Written By M. Teguh Hariyanto
Dedicated to my felllow at warakas

Kamis, 24 April 2008

How To Win Your Couple Heart…..

Berikut tips dan trik praktis tentang bagaimana anda bisa memenangkan perasaan atau keputusan anda tanpa membuat pasangan anda merasa salah dan kalah….

1. Gunakan Kalimat Bijak
Penting untuk disadari bahwa penggunaan tutur kata dapat memenangkan sebuah keputusan. Kendala bahasa dan tentunya masalah komunikasi dapat segera teratasi bila kita dapat memilih kata-kata yang menunjukkan bahwa pilihan kita adalah yang terbaik.

2. Pilih Waktu yang Tepat
Seringkali kita memperdebatkan sesuatu pada waktu yang kurang tepat. Alih-alih bukan sebuah keputusan yang bijaksana bisa didapat namun hanya berupa solusi karitatif , tidak ada ujung pangkalnya dan akhirnya perdebatan tiada berakhir.
Bukankah seringkali kita menunggu adanya “moment of truth”? itu artinya, carilah saat-saat yang tepat untuk memilih kapan kita harus berbicara pada pasangan dan pada akhirnya dia akan menerima keputusan kita.

3. Perhatian Pada Argumentasi Pasangan
Pada sebuah pengambilan keputusan, pilihan yang tepat adalah memperhatikan argumentasi dari lawan bicara ( baca: pasangan) . Kita bisa saja menafikan argumen tersebut, tapi apabila ada hal positif yang bisa kita download darinya, kenapa tidak kita masukkan dalam prioritas pilihan kita?? toh ujungnya kita yang menang koq….

4. Gesture Tubuh
Jangan sekali-kali terlibat dalam argumentasi dengan penampilan yang terlalu demonstratif atau bahkan ofensif. Lawan bicara akan cenderung defensif dan mencari kelemahan anda dalam berbicara maupun berdebat. Gunakan mimik yang serius, tidak menghakimi dan terlihat santai. Lawan bicara akan lebih mengapresiasi anda terhadap hal tersebut.

5. Fokus Pada Masalah
Ini jarang diperhatikan para argumentator. Seringkali kita terjebak pada debat kusir, tidak jelas arah pembicaraan dan melebar. Mulailah dari inti pembicaraan dan fokus pada segala aspek-aspek langsung berkaitan dengannya. Tunjukkan kalo anda menguasai masalah tersebut dan yakinkan pada pasangan anda bahwa solusi yang dihasilkan bermanfaat buat semuanya.
Demikian trips dan triks dari saya, semoga bermanfaat. Tips sederhana tadi hanyalah sebagian dari apa yang saya pelajari dari sebuah relasi dengan seseorang.
Bagaimana dengan anda???

Copyright: @. 2008. M. Teguh Hariyanto
Baca artikel menarik lainnya di official weblogg teguh di http://toney.dagdigdug.com

Thank's God It's Friday

Most people are being exagerrated about friday. Since the holiday will comes up on saturday ( as common workers has it ), then no days will be more than friday 's freak. Here are the fact: office worker usually use friday as meeting plot. For students, friday is just another getaway from a school hectic. Others use friday as praying time, while some of religions has a clerical activity from friday to sunday.

after all, why we should worry about it? Yup, even we are goin to run out of our ordinary world why don't we prepare as a reason that if you aren't just as doin well at this week, at least you are committed to do things better for the next.

For example, many bosses are agreed that everything will be done for upcoming days, the list should be on the table at friday's noon. If it is so, then we can have it too. Unlikely for those that requiring few good plan, all we need is a simple to-do list, consist of the must do table with high priority on top. Make sure no mistake with your plan or you will punish yourself and feel sorry aftermath. Of course there is always possibility for alternative, furthermore you need high confidence over the target.

Considering how important it is, just try to review of what you have done over the week. Perhaps rethinking about your SWAT would be helpfull. Or try some another inventive ways, such as made questions like these: what kind of progress I have made? Why I should change?....and many others questions you can develop.

So you could be the special one, not only for your lovers at the saturday night fever but even just for yourself. The plan could have you altered with your personality and hopefully your career will up too. Instead of it, the plan will show how well your managed yourself.

Apparently, based on the reason above, it is time for us to have some plan. If the walks could remember, then reward yourself with personal management. Reassemble performance could be your marks while you can follow the list if possible.

So, use your weekend not for just having fun, but for preparing what would I be on the next week.

Enjoy your weekend!!!!

copyright@ by Teguh "tony" Hariyanto